24.11.08

The Sisterhood Of The Traveling Pants

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Bahagia tak berarti mendapatkan semua yang sempurna dalam hidup.
Mungkin dengan menyatukan ha-hal kecil dalam hidup.
Dan lebih memperhatikan kebahagiaan dibanding kesedihan.

20.11.08

Nasi Goreng Bakar Bertekanan Oksigen

Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Pinggir Jalan - Depan LPG Burangrang Bandung
Walah bombastis gak tuh judul menunya? Aku sendiri gak tau nama restorannya apa. Tapi di sini bisa ditemuin semua menu nasi goreng. Mulai yang dicampur seafood, telor ceploks, suir ayam, sapi bahkan kambing.

Terus terang aku tertarik karena nama menunya di tambah embel-embel "bertekanan oksigen".

Beneran tuh nasi di goreng trus di bakar sama oksigen dengan tekanan tertentu. Katanya sih untuk ngurangin kadar lemak dan kolesterol. Jadinya makanan sangat kering tidak berminyak.

Niy tukang dagang, cuma nongol abis magrib, soalnya kalo siang tuh lokasi jadi tempat nyuci mobil.
All price is Rp.7.500,-

Sex And The City

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Romance
Just You And Me!
Cuma itu yang dibutuhkan dalam sebuah ikatan pernikahan.
Bukan pesta mewah di gedung terindah.
Bukan baju pengantin nan cantik.
But just You And Me!

11.11.08

Barakataks Day

Saya menyebutnya Barakataks Day. Hari dimana penuh tawa, penuh canda, penuh kalimat bombastis yang mengocok perut. Saya bahkan lupa kapan terakhir tertawa ter-barakatak seperti itu.

Seakan tak ada batasan antara hati saya dan cakrawala, hati saya dan angkasa, hati saya dan lentera, hati saya dan bintang yang tak pernah redup kerlipnya.

Yang ada, batas yang semakin jauh antara gigi atas dan gigi bawah.
Batasan yang semakin jauh antara pantat saya dan kursi yang saya duduki.
Batasan yang semakin jauh antara nalar dan logika saya.
Bahwa hari ini adalah harinya.

-Suatu Sore-Hari Pahlawan-Di Klabs

4.11.08

Sepenggal Kamus Cinta Untuk Sarah - My First Short Story

Seperti pecah bisul, begitulah metamorfora yang saya gunakan ketika pada akhirnya bisa menyelesaikan Final Project saya berupa cerpen di Klab Nulis.

Mau lihat sejauh mana kemajuan saya membuat tulisan?
Silahkan klik di sini judulnya adalah Sepenggal Kamus Cinta Untuk Sarah.

Sssstttt... cerpen ini dapat komen dari beberapa penguji loh, Mbak Anjar Beraja dan Mas Kalis.
Tapi yang paling menyentuh jiwa adalah salah satu review seorang sahabatku yang dia sampaikan melalui email.
Rasanya ingin kubagi reviewnya dengan MPers lain. Tapi minta ijin dia dulu yaaa...

Klik disini untuk beberapa tulisan lainnya.

[niat gak sih] Nanya ?

Sebetulnya ini adalah masalah sepela, yang pada akhirnya seperti "Menyepelekan" Orang lain. Jangan tanya sudah berapa kali saya dalam posisi seperti ini. Menjadi tempat yang seakan-akan dimintai saran oleh seorang "teman" namun pada akhirnya "teman" tersebut terkesan tidak mendengarkan ulasan yang sudah disampaikan langsung melalui telinganya (yang menurut saya cukup normal dan tidak tuli).

Saya gak tau bagaimana harus melukiskannya dengan rangkaian kata karena hal ini sudah sangat menyebalkan karena terjadi berulang kali.

Suatu hari, di suatu ruangan
Teman : Tolong pilihin dong, pake kertas biru atau ungu ya?
Saya : Hm... Coba pake warna biru, yang ungu kan sudah sering di pake
Teman : Oh iya...(ngeloyor, pergi, mengerjakan)
Diketemukan sebuah fakta : dia menggunakan wana ungu

Hari lain, di ruangan yang sama
Teman : Menurut lu, gw mending nanya Pak A dulu atau ke Pak B ya, takut salah langkah..
Saya : Mending ke Pak B dulu, karena dia mood nya lagi bagus, jadi tujuan lu bakal lebih mulus tercapai.
Teman : Bener.... bener... soalnya si Pak A lagi riweuh, jadi dia gak bakal konsen diskusi sama gw... (ngeloyor, pergi ke ruangannya, menelepon)
Saya, terbengong, ketika memasuki ruangannya dia sedang menelepon Mr. A yang lagi riweuh.

Another.... another day, at the same room
Teman : Gw udah ngomong beberapa kali sama si Mr. X melalui email, keliatan pada saat itu dia setuju dengan pendapat gw, tapi kenapa ya, sekarang hasilnya malah lain?
Saya : Emang lu bilang apa sama Mr. X dan kenapa lu begitu yakin kalo dia sudah sependapat sama lu?
Teman : (bercerita panjang lebar)
Saya : sudah bener cara lu menyampaikan, seharusnya Mr. X mengerti apa yang lu inginkan.
Teman : Menurut lu gimana?
Saya : Jangan diskusi lagi melalui email. Karena mungkin interpretasinya akan lain jika bisa disampaikan secara langsung / telepon.
Temen : Iya juga sih.. (ngeloyor, pergi ke meja kerjanya)
Saya duduk termangu di meja komputer, mendapatkan tembusan email dari teman ku kepada Mr. X

Just another stupid day, in the same stupid place, this morning
Teman : punya recommend tempat buat workshop gak ?
Saya : Coba Tempat Z, kebetulan kemarin ada kiriman surat penawaran dari dia. Murah dan representative.
Teman : Ok.... thanks...
3 Jam kemudian...
Teman : Eh.. pilihin dong mending tempat F, Tempat G, Tempat H, Tempat K?
Saya : Lu gak nanya sama sekali ke tempat Z?
Teman : Lupa

Saya tahu alasan dia "LUPA" adalah satu indikasi bahwa dia tidak berminat sama sekali dengan usulan saya.
Jika pada akhirnya selalu berakhir dengan pilihan awal dia, kenapa dia harus nanya ulang?

Just Me! Stupid Person!
Yang selalu mencoba memberi saran pada orang bebal, yang sebenar nya cuma pengen pembenaran atas apa yang sudah diputuskan, jauh sebelum dia tanyakan kepada saya.