29.9.04

Tolong Loe Kasih Judul Puisi Gua Buat Loe

Sesaat!
Pengen gua gebrak meja didepan gua
Biar loe tauk kalo gua sedih (atau cemburu?)
Denger loe cerita tentang perempuan itu

Hey!
Pengen gua robek dada loe
Biar bisa gua teriakin ke hati loe
Kalo saat ini,
Tiba-tiba gua sayang sama loe

Suer!
Pengen gua raih bahu loe
Gua dekap erat di dada
Biar loe bisa ngerasain
Rasa kangen gua akibat loe

Please!
Please denger jeritan hati gua
Temukan sinyal gua
Sesuaikan frekuensi hati kita
Pahami, datangi, raih

Tatap mata gua
Dengarkan degup jantung gua
Perhatikan salahnya tingkah gua di depan loe
Bahwa gua mulai peduli dengan loe
Tauk gak sih Loe?

BeTe!
Gua yakin loe pura-pura gak ngerti
Atau loe takut untuk mengerti?
Dan ragu untuk menjalani?


27.9.04

Tatuttt... bobok...... gara-gara.......

dua puluh tiga menit lebih dari tengah malam.

Malam ini aku definitely gak bisa tidur!
Takut!

01.12 am
Masih gak berani untuk tidur……..
Untung SCTV muter konsernya Britney Spear.
Jadi gak sepi-sepi amat lah.

02.12 am
Dasar KAMPRET!
Otak dan hati udah aku komando untuk perintah mata biar terpejam.
Dasar KAMPRET!
Nih mata masih...... juga melek.
Dasar KAMPRET!
Acara di Tivi sepak bola semua!

02.34 am
Metro TV! Acara Tivi masih belom ada yang bagus.
Trans TV malah udah bubaran…… (sekolah… kali bubaran).


13.9.04

Possessive

Let’s talk about possessive!
Possessive itu kalo gua cari di kamus bahasa Inggris, artinya orang yang suka menguasai miliknya.
Padahal gua kan belonging no body?
kadang-kadang gua ngerasa kesulitan jadi perempuan.
Semua serba salah, TEGAS salah, LEMAH LEMBUT salah!


7.9.04

Pilihan yang gak mungkin dapat jawabannya dalam satu setengah jam bersamanya

(Fiqih Pra Nikah)
16.00 pm di pengajian Pak Aam

Sore ini Pak Aam kasih beberapa pilihan yang sangat sulit. Kali ini tema yang diangkat adalah “Manakah pilihan yang paling ideal menurut anda?”.Kadang kita dihadapkan pada beberapa pilihan hidup dalam kondisi yang sangat tidak signifikan dengan keinginan hati. Karena segala sesuatu tidak selamanya sesuai dengan yang diharapkan.

The First choice : Menikah tanpa cinta.
Oh My GODNESS, one of my frightened, disaat hati sudah sangat lelah untuk menanti sang belahan jiwa, yang pada akhirnya kita memutuskan untuk menikah dengan siapa saja tanpa mempertimbangkan risalah hati. Padahal pernikahan itu sangat berat untuk dijalani tanpa ada ikatan kuat antara dua jiwa, meski pilihan ini masih sangat rasional untuk bisa dijalani dengan keikhlasan hati dalam beribadah pada sang Ilahi. Mampu gak ya?

The second is : Cinta……. Tapi tidak menikah?
Ini lagi….. sesuatu yang aku pikir sangat bodoh untuk dilakukan. Pilihan untuk menunggu sang anugerah cinta datang tanpa adanya batasan waktu menunggu dengan sebuah keyakinan penuh, bahwa “Dia Yang Dinanti Kan Datang dan Kembali”.Hari gini….. masih mikirin setia sama satu cowok yang gak tauk juntrungannya?

Next ones : Menikah dengan cinta, tapi tanpa restu orang tua?
Huh! Pilihan apa ini? Aku rasa happy ending dari cerita kayak gini, hanya ada di sinetron-sinetron Indonesia dengan 6 episode bersambung……. Non Sense! Pernikahan sudah sangat cukup berat, apalagi tanpa dukungan kedua orang tua. Bukan karena aku gak bisa mandiri, tapi karena ridhonya Allah ada pada ridhonya orang tua. Dan apakah kita cukup yakin dengan apa yang selalu terjadi di karangan picisan itu, bahwa lahirnya seorang anak akan membawa perubahan pada situasi yang ada? Bagaiman kalo ternyata Tuhan tidak memberikan kita anak? Lalu dengan jalan apa kita bisa memperbaiki durhakanya kita pada orang tua? Lagipula anak perempuan jika tidak dinikahi oleh wali yang syah, yaitu ayah kandung, hukumnya haram. It is so impossible and difficult for me.

Last choice : Tidak menikah…..?
Hmmmm…. Pilihan ini diambil ketika hati sudah tidak merasakan indahnya cinta sehingga tak ada hasrat untuk menikah. Saya rasa orang-orang yang berada pada sisi ini, menganggap bahwa suatu pernikahan hanya akan mempersulit langkah-langkah mereka menuju kesuksesan di dunia kerja, atau karena menurut penglihatan mereka di lingkungan sekitar mereka, bahwa orang-orang yang menikah terlilit banyak permasalahan-permasalahan yang sangat complicated.Dulu….. (betul) dulu sekali, saya pernah terfikir pada pilihan ini. Dengan alasan bahwa menikah itu hanya akan menambah permasalahan, dan adanya ketidaksiapan mental untuk menghadapi semua resiko pernikahan termasuk perceraian. Juga dengan alasan, buat apa kita memaksakan pernikahan jika tidak dengan orang yang kita cintai?
Tapi seiring berjalannya waktu, pikiran saya tentang pernikahan sudah berubah. Masalah pasangan yang selingkuh, masalah anak, mertua, ipar, ekonomi, hanyalah salah satu cara Tuhan untuk menguji kita sebagai makhluknya disamping ujian-ujian lainnya. Mampu untuk ikhlas dan ridho dalam menjalani setiap ketetapan Allah akan sangat membantu kita dalam menjalani hidup.

Deeply inside of my heart I still hope that will be another choice besides the 4th ones. But it was stopped at point 4.

Tadinya kupikir, pilihannya tidak akan sesulit ini. Namun, ternyata jawaban yang harus dihadirkan tidak cukup untuk direnungkan dalam satu jam setengah pertemuan dengan beliau.

5.9.04

N.Y.E.Z.Z.E.L

Nyesel!
Satu kata yang terus muter di kepalaku.
AAAAARRRRRGGGGGHHHHHHHH!!!!!!!!
HUUUUUHHHHHH!!!!!
N.Y.E.Z.Z.E.L.L
(Tuch kan nulis ‘S’ nya aza udah diganti pake “ZeD”, dobel logi..... itu artinya aku emang nyesel buanget).
Heran! Biasanya aku gak pernah ngerasa seperti ini untuk “kasus” yang satu ini.
Tapi............ setelah ngomong heart to heart sama dia tadi malem........GUBRAK!!!!! Nyesel MAN!!!

Kenapa aku dulu mandang dia dengan sebelah mata?
Kenapa aku dulu gak bisa liat bijaksananya dia?
Kenapa aku dulu gak sensitif sama rasa sayangnya dia?
Kenapa aku dulu gak telaten belajar ngertiin dia?
Kenapa aku dulu under estimate duluan sama performance dia?
Yang aku inget, pada waktu yang sama, aku juga sedang jatuh cinta sama pria lain.
So........ aku gak concern dengan kedatangan hati dia.

Aku benci dia karena udah ganggu hari-hariku.
Aku risih karena dia sayang sama aku.
Aku sebel karena dia terlalu merhatiin aku.
Aku jengah karena dia sabar dengan judesku.
Aku bosan dan capek karena dia selalu menunggu kedatanganku di rumah.

Satu tahun yang lalu, dia memutuskan untuk memilih wanita yang mencintainya.
Satu tahun yang lalu, pria yang aku cintai memilih wanita yang dicintainya.
Hari ini, di jam ini, detik ini pula, AKU.... terpuruk, di kamarku sendiri, meratapi.....
penyesalanku.

Aaaaaarrrrggggghhhhhhhh!!!!!!!
Puyeng!
Pusing!
Ngantuk!
Matiin Tivi!
Matiin Lampu!
MATI!
HATI!
MATI!
JIWA!



Dilema menghadapi esok...

Dilema menghadapi esok!
Satu sisi, aku ingin cepat-cepat pagi biar bisa telepon seseorang dari kantor....
But, di lain pihak aku nggak mau hari cepat berganti karena takut di telepon seseorang.

Selama di Ausie, dia gak brenti-brenti sms-in aku.
Semua sms nya menyiratkan rasa rinda, kangen... dan surprise juga isi sms nya kemarin malam hingga pagi menjelang ketika aku di kereta menuju Jakarta.
Ternyata semakin hari aku makin tauk tentang dia.
He's not bad lah!
Everythings is fine.
Malah dia sempet telepon aku dari Ausie 2 kali.
Yang kedua diawali dengan.....
"Muaaachh.... udah bangun ya?"

Sekali lagi aku katakan,
aku tak pernah keberatan untuk diperlakukan istimewa.
Siapa sih yang gak seneng untuk diperhatiin, disayang, dikangenin,
meski aku belum bisa membedakan...
apakah treatment dia sama aku,
adalah sesuatu yang memang begitu adanya
Atow hanya pemanfaatan dari sebuah kondisi?
Who knows?
Who cares?
I don't care about that!
Gua gak rugi diperhatiin dia!
Gua gak rugi dikangenin dia!
Jelas di sini.....
hanya ada satu orang yang merasa dirugikan! (I'm definetely sure!)
tapi apa peduli gua?

And... I wanna talk about Mr. Freaky Man kali ini
He is a freak man!
I have a wonderfull day sama dia di Bogor tadi siang.
Cuman jalah-jalan dan makan siang sih
But I'm happy definetely
He called me many times.
Bikin dia mengisi pulsanya berkali-kali
Mungkin dia terlalu excited melihat perubahan yang terjadi dalam diri gua.
Coba aja liat tingkahnya di telepon sebelum gua berangkat tidur tadi malam.

Huh! Aneh! Freak!
I don't know!
What can I say about him?
Hanya satu kata yang bisa gua ungkapin tentang dia
DISGUSTING!
Swear!
Padahal dia gak usah gitu-gitu banget deh...
Apa sih yang ada dalam all of his mind?
Heran gua!
Gua banget deh.... hehehehe....



4.9.04

Kota Tasik, selepas magrib

Aku gak tauk musti mulai dari mana.
Padahal situasinya sudah sangat mendukung.
Hanya ada aku dan Uak Wo’.
Tapi kenapa lidah terasa kelu dan kaku untuk mulai bertutur?
Sesulit inikah Ya Robbi meminta maaf?
Takut akan apa yang aku ucapkan tidak sejalan dengan besarnya penyesalan di hati.
Karena kadang kala rasa gugup bisa menghancurkan segalanya.
Takut bahwa penyesalan dan perasaan bersalahku sudah terlambat dan gak patut untuk diungkap lagi saat ini.
Takut seandainya Uak Wo’ tidak merespon permohonan maafku atau bahkan pemberian maaf darinya hanya ucapan di bibir belaka.

Kudengar pintu depan terbuka………
Oh Tuhan! Bubar sudah semua situasi yang maha sempurna ini. Kini Uak Putri hadir diantara kami. Gak mungkin aku mundur dari niat ini. Sudah tak ada waktu lagi. Besok aku harus pulang ke Bandung.
Tuhan, give me a chance to ask him my apologize…

10 menit kemudian…….
Aku masih berdiskusi tentang keluarga Bajuri di Trans TV, belum berani untuk bicara.

25 minutes later…….
Aku hampiri Uak Wo’ dan duduk dekat di sebelahnya.

'Uak, sebetulnya saya datang jauh-jauh dari Bandung untuk bicara dengan Uak’

Kulihat sekilas raut muka heran di wajahnya yang dipenuhi garis-garis halus karena dimakan waktu.
‘Oh ya? Wah ada apa nih?’‘
Ehhmmmm….. saya mau minta maaf Uak,’ kataku terbata-bata. Ada rasa takut, gugup, gelisah, dan sedikit kecut.
Seandainya Jinny in the Bottle ada disini, aku tak perlu 3 permintaan yang harus dia kabulkan saat ini juga. Cukup satu saja, please get me out of here!

‘Minta maaf? Untuk?’ semakin terlihat jelas kerutan di dahinya.
‘Saya mau minta maaf karena, saya sudah mengecewakan Uak, saya sudah mengecewakan Uak dan Aa Tee,’ kurasakan panas di bawah mataku, tetesan air mata tak bisa kutahan dan kubendung.

'Sudah….. sudah… gak ada yang perlu dimaafkan, semua itu sudah guratan takdir yang diatas sana. Jika dulu Uak berniat untuk menjodohkan Aa Tee, anak Uak dengan kamu dan ternyata semuanya tidak berjalan sesuai rencana, ya.. mungkin itu sudah merupakan jalan yang terbaik yang Allah berikan untuk kita semua. Lagipula sekarang kan Aa Tee, sudah memilih jalan hidup lain, yaitu menikah dengan pilihannya. Uak tidak pernah sakit hati atau bahkan dendam dengan kamu, bahkan Uak selalu berdoa, agar kamu diberikan jodoh yang sesuai dengan harapan dan keinginan kamu, yang bisa membawa kebahagian kepada kamu di dunia dan di akhirat,’ dengan penuh sabar, Uak mengusap-usap punggungku, berusaha meredakan tangisanku.

'Tapi Uak, seharusnya, dulu saya tidak boleh berbuat seperti itu, judes sama Aa Tee. Seharusnya saya bisa berbuat lebih baik dari itu. Dan saat ini, saya merasa bersalah sekali karena telah menyakiti hati Aa Tee. Seandainya saya diberi kesempatan, saya ingin meminta maaf sama Aa secara langsung agar segala beban yang ada hilang.’‘Baiklah, jika memang itu satu-satunya jalan yang bisa membuat kamu lega, meskipun sebenarnya, Uak sangat tauk, kalo Aa Tee, tidak pernah memiliki perasaan benci ataupun dendam terhadap perlakuan kamu terhadapnya di masa yang lalu.’

Uak mengangkat telpon, dan beberapa detik kemudian, saluran telekomunikasi itu sudah menghubungkannya dengan anaknya, Aa Tee.

‘Tee, kemarilah sebentar, papa ada perlu sama kamu’

1 menit, 2 menit, 5 menit, 10 menit….
Menunggu kedatangan Aa Tee

*********
‘Hai! Kapan datang dari Bandung?’ kaget mendapati aku ada di rumah orang tuanya.
‘Kemarin malam,’ aduhhh… dia liat bengkaknya mataku karena habis nangis tadi gak ya?

5 menitssss setelahnya…..
di ruang tamu, hanya berdua dengannya.
Aku ngobrol banyak dengan Aa Tee, semua aku keluarkan, tanpa rasa malu dan ragu, karena aku yakin, dia sangat welcome dengan permohonan maafku. Malah pake jabatan tangan segala untuk memberikan bukti, bahwa tak ada sisa rasa sakit hati, tak ada sisa rasa dendam dalam hati dia untukku.
Cara dia berbicara sudah jauh berbeda dengan setahun yang lalu, cara dia bertutur kata sudah lebih teratur dan bijaksana, cara dia mengemukakan perasaan di hati jauh lebih percaya diri.
Mungkin semua sikap ini muncul ketika dia sudah menjadi seorang suami dan calon ayah. Sehingga sifat kebapak-an dan kepemimpinannya muncul dengan sendirinya.

Jam 9 lewat beberapa menit….
Ya Tuhan! Semuanya sudah selesai.
DonE!

2.9.04

Diaryku - 4 tahun yang lalu......

Di kamar, sehari setelah kemarin, setengah jam sebelum mandi pagi

Semua cerita ini berawal dari bagaimana seseorang memaknai CINTA!
Untuk sebagian orang, cinta datang “at the first sight”. Dan untuk sebagian yang lain, cinta kadang membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Cinta bukan sesuatu yang bisa dipaksa kehadirannya di dalam hati. Karena bukan kita yang memilih cinta, namun cintalah yang memilih kita.

Sueerrr!!! Kejadian waktu itu, hampir terlupakan begitu saja.
Barusan, aku iseng – iseng liat diaryku 4 taon lalu.

8 Feb 2000
Koq hari ini Yayang nanya aku aneh2 ya… masak dia nanya detail gitu tentang aku.
.................................
...............................................
biiiiipppppp.................. (censored)
Jangan-jangan…. hihihi……. celeeemmm ahhhhh

Diary! sekarang aku inget semuanya! Pertanyaan yang gak pernah aku sangka maknanya. Yang sampai saat ini ternyata banyak membawa perubahan untuk hidup gua! Koq dia tega banget ya!!!!!!

Ya ALLaaaaaahhhhhhhh ………………… please help me!
Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan – MU.
Dan berikanlah aku penolong dari sisi-Mu

1.9.04

DAMN! LOOK WHAT U’VE DONE TO ME!

'Hari pertama di bulan September ‘04
04.10 pm
--------------

Tercengang-cengang dan terbengong-bengong masalah kalung hati, kalung mekah dan kerudung dari calon mertua. Tega banget kamu Uda!

DAMN! LOOK WHAT U’VE DONE TO ME!
5 tahun bukan waktu yang sedikit!