29.1.08

Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi

Kanker tidak  lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki  harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman "KELADI TIKUS"  (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan  tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak  terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs. Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan  tanaman itu di Indonesia.

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr. Chris K.H.Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu  telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.

"Sebelum menjalani kemoterapi, dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig  (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut,  selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi  terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia   mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk  mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh  tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja  dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul  Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. 

"Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia," kenang Patoppoi  sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium  flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang  biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung  menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa  koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah,  balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di  sana .  Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi  menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman  yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo  menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang  benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk  menggunakannya sebagai obat,"  lanjut Patoppoi.

Akhirnya, dengan  tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses  tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut.

"Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai  mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan  tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang  mendampingi ayahnya saat itu.

Selama mengkonsumsi sari tanaman  tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi  yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan  mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,"  lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri  Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif,  dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta,"  kata  Patoppoi. Para dokter itu kemudian  menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. "Malah  mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi  kepada kami," lanjut Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai  kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan  tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat  keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang  sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan  sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal,  para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan  penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil  tertawa.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan,  berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998,  Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax  untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di   Indonesia.

Kemudian Dr.  Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang  harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan di Indonesia, Dr.  Teo   menganjurkan agar kedua belah pihak  bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita  kanker di Indonesia.

Kemudian,  pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala,  penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil  menyembuhkan pasien tersebut.

"Lalu saya langsung menulis di kolom  Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni.

Dan tanggapan yang  diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30  telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang  datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran  Sidoarjo.

Pasien pertama yang  berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah  diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum  memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya  operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos.

Setelah diberi  tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut  datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena  hasil pemeriksaan mengatakan negatif. 

Berdasarkan animo masyarakat  sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo  secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan  Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr.  Teo di Penang ,  Malaysia .  Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan  lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki  nama Indonesia. Ternyata saat  Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi revisi tahun  1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta  pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari  pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka  secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan  lembaga sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam  buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5,  Jakarta ,  telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo.

Cancer Care Malaysia telah mengembangkan   bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang  dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis  tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata  Boni.

Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi  formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan  dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi  disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan  mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari  Malaysia , sekitar  40-60 Ringgit Malaysia," lanjut Boni. "Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa  memberikan perpanjangan waktu pembayaran" tambahnya.

Sebenarnya pengobatan ini  juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di  Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah  menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di  Surabaya ini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi  pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh  rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani  kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut,  kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua  yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga  memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya,  pengobatan  ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya,  jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. "Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan  konvensional dan modern,"  kata dokter tersebut.

Banyak  hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan  kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu  di Surabaya, yang pada akhirnya pecandu  tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker  paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh  dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat  tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut.

"Tapi, jika  pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak  boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi  jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil   tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan  akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa  sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus,  beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa  kesakitan. 

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit  yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat  seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher  rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis.

Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. 

Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan  artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial.

"Cancer Care ndonesia" beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5  Jakarta, telp : 021-4894745

23.1.08

serial kehidupan

dulu pas liat sinetron tersanjung udah masuk babak ke-6 (6th session) aku langsung bengong.
kok ya masalah gak ada abis-abisnya. trus tambah lagi greget banget sama si tokoh utama yang gak bisa berbuat apa-apa. dimarah-marahin diem, dilecehin diem, cerita cinta juga gak ada perkembangan dari malam ke malam.... kadang beteeee liatnya. langsung tuh tivi dimatiin.

Hati udah dongkol melihat si tokoh seakan tak berdaya oleh berbagai kondisi. kadang juga sutradara dan penulis script memperpanjang cerita seakan diada-ada.
tapi pernah gak terpikir bahwa hal itu mungkin saja memang terjadi di kehidupan nyata?
dimana kita memang tidak bisa melawan kondisi, bahkan ketika melawan gak akan membawa perubahan yang berarti, sehingga kita lebih banyak memilih untuk diam dan menyimak?

pada akhirnya aku menyadari, kadang penonton hanya bisa mencela, atau mengomel supaya tokoh utama kesayangannya berbuat ini dan itu, padahal apa jadinya jika itu terjadi pada dirinya sendiri. bahwa dunia tidak sesimpel layar kaca.


Rapat Internal ASSI

Start:     Jan 25, '08 09:00a
End:     Jan 25, '08 11:30a
Location:     GCC TELKOM - Gatsu
Rapat Internal ASSI pertama di tahun 2008 diselenggarakan di GCC TELKOM Gatsu, awalnya hanya ingin mempersiapakan surveillace audit sertifikasi oleh KADIN, namum bapak mengusulkan agar permasalahan lainnya juga dibahas pada kesempatan ini.

Rapat Regulasi (2) - Satelit

Start:     Jan 24, '08 10:00a
End:     Jan 24, '08 4:00p
Location:     Gedung Indosat
Rapat ini merupakan kelanjutan dari rapat tgl 9 Januari 2008 di Menara Dea.
Masih banyak yang harus didiskusikan untuk mereview ulang sehingga dicapai satu kata sepakat antara para penyelenggara satelit di Indonesia.

22.1.08

panah - bidik

Suatu ketika, hiduplah seorang bijak yang mahir memanah. Dia, mempunyai 3 orang murid yang setia. Ketiga pemuda tersebut, amatlah tekun menerima setiap pelajaran yang diberikan oleh guru tuanya itu. Mereka bertiga sangat patuh, dan tumbuh menjadi 3 orang pemanah yang ulung. Telah banyak buruan yang mereka dapatkan. Bidikan mereka bertiga sangatlah jitu.


Sampai suatu ketika, tibalah saat untuk ujian bagi ketiganya.

Sang guru, kemudian memilih lokasi ujian di sekitar tempat mereka belajar.Pilihannya jatuh pada sebuah pohon besar dengan latar belakang gunung yang indah. Di letakkannya sebuah burung -burungan kayu, pada cabang pohon itu.Setelah mengambil jarak beberapa puluh meter, Ia lalu berkata, "Muridku,lihatlah ke arah gunung itu, apa yang akan kau bidik.."

 
Murid pertama maju ke depan. Busur dan anak panah telah disiapkan. Dengan lantang, ia menjawab, "Aku melihat sebuah batang pohon. Itulah sasaran bidikanku."

Sang guru tersenyum.
Ia memberikan tanda, agar muridnya itu menunda bidikannya. 

Sesaat kemudian, murid yang kedua pun melangkah mendekat. "Bukan. Aku melihat sebuah burung. Itulah sasaran bidikanku.Biarkan aku memanahnya Guru.
Nanti, " seru murid itu, "kita bisa memanggang burung yang lezat untuk makan siang."

Sang guru kembali tersenyum. Diisyaratkan tanda agar jangan memanah dulu. Ia bertanya kepada murid yang ketiga.

"Apa yang kau lihat ke arah gunung itu ?"Murid ketiga terdiam. Ia mengambil sebuah anak panah. Di rentangkannya tali busur, dibidiknya ke arah pohon tadi. Tali-tali itu menegang kuat. "Aku hanya melihat bola mata seekor burung-burungan kayu. Itulah bidikanku."

Diturunkannya busur itu. Tali-tali panah tak lagi meregang. Sang Guru kembali tersenyum, namun kali ini, dengan rasa bangga yang penuh.

"Muridku, sejujurnya, kalian semua layak untuk lulus ujian ini. Namun, ada satu hal yang perlu kalian ingat dalam memanah.
Fokus. Sekali lagi, fokus.Tentukan bidikan kalian dengan cermat. Tujuan yang jelas, akan selalu meniadakan hal-hal yang menjadi penganggunya."

Ia kembali melanjutkan,"Sebuah keberhasilan bidikan, akan ditentukan dari tingkat kesulitan yang dihadapinya. Sebuah pohon besar dan burung, tentu adalah sasaran yang paling mudah untuk di dapat. Namun, bisa mendapatkan bidikan pada bola mata burung-burungan kayu, itulah yang perlu kalian terus latih .

Teman, memanah, adalah sama halnya dengan hidup. Kita pun perlu mempunyai fokus. Kita butuh sasaran dan tujuan. Memang, selalu ada banyak godaan-godaan pilihan yang harus di bidik. Selalu ada ribuan sasaran yang akan kita tuju dalam hidup. Ada bidikan yang mudah, dan ada pula bidikan yang sangat mudah.

Namun, kita harus jeli. Kita wajib untuk cermat. Dan, sudahkan kita tentukan tujuan hidup kita dengan jeli, dengan cermat? Tujuan yang terfokus, mungkin bukanlah hadir pada hal-hal yang besar. Tujuan yang terfokus, kerap ada pada sesuatu yang kecil, yang kadang sering dianggap remeh.

Selalu ada banyak hiasan-hiasan dan marginal yang muncul pada setiap tujuan hidup kita. Kadang, hiasan itu terlampau indah, dan membuat kita terpesona, lupa akan tujuan kita sesungguhnya. Marginalia itu kadang begitu menggoda, dan mengaburkan pandangan kita untuk menentukan fokus.

Mari, bidiklah setiap sasaran itu dengan jeli. Siapkanlah "busur dan panah" hidup kita dengan cermat. Bukankah, nilai dalam lomba memanah, akan diukur dari lingkaran yang terkecil?

Dari sanalah nilai terbesar akan kita dapatkan. Karena saya percaya, hidup adalah sama dengan memanah, dengan Allah sebagai "wasit penentunya."

ruang hidup

ym-mas sore ini:
mas  :
diantara keyakinan pasti ada ketakutan
neng : (terdiam)
mas  : diantara keyakinan pasti ada keraguan
neng : (masih terdiam)
mas  :
semua itu sudah diciptakan oleh Allah demi menguji hambaNYA
mas  : hanya hamba2 yang terpilih bisa tetap teguh pada pendiriannya

mas  : mas ingin jadi hamba terpilih itu
dan bisa menikmati kebahagian yang hakiki (dunia dan akhirat)
neng : (tersedu sedan dan masih mendengarkan)



***
Ruang Hidup - by ST 12

masihkah ku bisa tertawa terbahak
dari sempitnya waktu yang begitu kelam
perjuangan hidup memang sangatlah berat
tuk melepas beban yang begitu memikat
haruskah kuhentikan waktu yang sedang berputar
namun kutak mungkin bisa tuk merubah segalanya

aku masih bisa terus berjalan menikmati hidup
meskipun sulit menjadi mudah
jadikan cobaan untuk anugerah
yang bisa merubah ruang yang gelap
menjadi indah dan terus langkahkan dikedepan
berikan warna hidup kita menjadi indah

16.1.08

Turn of e-mail alert for this post

untuk yang merasa terganggu alert email dari beberapa post / personal message yang dikirim ke puluhan user MP ID,

pada saat ada alert dikirim kan ke email pribadimu bahwa ada reply-reply / comment 2 terhadap post ini, ada pilihan : turn of e-mail alert for this post

atau : klik manage alert setting, kemudian un-tick untuk pilihan alert personal message to me.

rada membantu dikit, meski gak menyelesaikan permasalahan.
satu-satunya jalan, si pengirim harus berbesar hati untuk menghapus post tersebut, karena sudah mulai mengganggu.

-yang lagi bete karena merasa terganggu dikirimi personal message spam-

7.1.08

so many books, so little time

Sudah 2 minggu ini, aku merajinkan diri untuk membereskan buku-buku yang sudah bergeletakan begitu saja di samping tempat tidurku. Bukan karena rajin terbaca, tapi karena raknya yang sudah tidak bisa memuat buku-buku yang beberapa waktu terakhir ku beli dengan sembunyi-sembunyi dari mas ku.

Jika dia tau aku beli lagi seabrek buku, pasti muncul pertanyaan yang sama, “Emang buku yang kemarin neng beli udah dibaca semua?"
Dan pastinya pertanyaan itu, kujawab dengan mata kedip-kedip tanda belum kubaca satupun.

Karenanya dia memberikan ku tugas untuk membuat catalog bukuku. Dan disuruhnya aku untuk menandai mana buku yang sudah kubaca, mana yang belum kubaca.

Fuiiihh… ternyata 70% dari buku-buku yang kupunya belum selesai dibaca, diantaranya menggantung begitu saja di tengah halaman. Dengan alasan: kalimatnya gak enak dibaca, atau terjemahannya kurang bagus, atau.. rasanya mood ku hilang setelah membaca beberapa lembar saja, atau.. buku yang baru kubeli lebih menarik daripada buku yang sedang kubaca ini.

Kalau sudah gitu mas akan menasehatiku dengan wejangan, “cobalah selesaikan apa yang sudah neng kerjakan, jangan tanggung-tanggung dalam melakukan sesuatu. Belajarlah untuk mencoba mencintai sesuatu yang terlihat tidak menarik, karena semua buku pasti ada sisi menariknya.”

Iya juga sih…
Tapi melihat begitu banyak buku yang belum aku baca, belum-belum sudah mengeluh tentang waktu..

So many books, so little time…
Kapan neng baca?
Bacalah satu demi satu, kita punya banyak waktu untuk membacanya. Bersama mas sampai akhir hayat mas..

Catatan kecil untuk mas kyu:
Mas, design multi rak nya udah selesai belum, udah berantakan nih buku-buku neng..
Biar neng semanget ganti tv ke yang lebih besar, pan rak baru..... musti tv baru donk…
hihihiiii...

Konvensi RSKKNI

Start:     Dec 27, '07 10:00a
End:     Dec 27, '07 4:00p
Location:     Le-Meridien Hotel, Jakarta
Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang teknisi keahlian telekomunikasi satelit ini akhirnya rampung juga. Meski ada perbaikan sedikit di penggunaan kata2, namun sudah siap untuk diajukan ke Menakertrans supaya segera dibuatkan SK Menteri.

Mudah-mudahan setelah SK ini muncul bisa meningkatkan SDM bangsa kita, khususnya di bidang telekomunikasi satelit.
Rencananya tahun 2008 dilanjutkan dengan bidang manager dan engineering.

Alien VS Predator 2

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Alien VS Predator 2
Film ini aku tonton paralel langsung setelah nonton Golden Compas. Maklum today is Our Movie’s Day. Kalo bisa sih 4 film ditonton dalam satu hari tanpa jeda di bioskop. Kelihatannya menyenangkan.
AVP2 adalah kelanjutan dari AVP1, gak banyak yang bisa diceritakan di film ini, karena hanya pertarungan antara sekian banyak alien yang bermutasi di tubuh manusia melawan 1 Predator.
Nunggu review dari mas kyu aja ahhh... pasti lebih lengkap

Golden Compas

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Film ini merupakan film pertama dari trilogi “His Dark Materials”. Awalnya aku agak-agak ragu untuk menonton film ini, dikarenakan salah satu aktrisnya adalah Nicole Kidman. Dari beberapa film dia yang aku tonton, aku kurang begitu suka dengan aktingnya yang terkesan kaku dan gak menjiwai dan terkesan nyinyir.
Tapi setelah dibujuk berulang-ulang sama mas kyu, untuk menganggap bahwa yang bergaya di layar lebar itu bukan Nicole Kidman, akhirnya hatiku luluh juga.
Film ini bercerita tentang dunia lain yang merupakan paralel dari dunia yang kita tempati sekarang ini, dimana setiap manusianya memiliki demon sebagai belahan jiwanya. Demon setiap orang berbeda-beda sesuai dengan karakter dari tuannya. Lyra, gadis cantik sebagai tokoh utama dalam film ini, memiliki demon yang berubah-ubah sesuai karakternya karena umurnya yang masih kecil dan memang belum memiliki karakter yang stabil. Kadang burung, kadang tikus, bahkan kadang kucing.
Film ini menceritakan tentang perjuangan Lyra untuk menyelamatkan sahabatnya dan anak-anak kecil yang hilang. Dibantu oleh seekor beruang Es yang sebenarnya adalah pangeran. Petualangan Lyra ini dibantu dengan adanya Golden Compas, dimana hanya dia satu-satunya yang bisa membaca Golden Compas ini.
Cerita yang penuh imajinatif, dikemas dengan keindahan pegunungan es dan binatang-binatang, namun kurang menyentuh hati.
Sangat disayangkan.


Btw, demon yang paling unik dan aku seneng adalah demon miliknya Si Nicole Kidman :)
Seekor monyet berbulu emas yang gemerlap.

2.1.08

Butterfly

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Vano, Tia dan Desi, tiga orang manusia yang dipertemukan secara tidak sengaja, dengan karakter berbeda dan akhirnya saling mengisi.

Film ini ringan banget, meski setting lokasi cerita terlalu dipaksakan 'artistik dan berlokasi pemandangan alam', sehingga penonton yang jeli dan tau setiap tempat, jadi agak terganggu.
Apalagi sound track lagu-lagu Melly Guslow sangat nanggung untuk dipotong di tengah cerita.

Tapi, sound track dan setting lokasi hanyalah bumbu yang membuat film ini semakin menarik. Hal lain yang penting untuk dicerna di film ini adalah bahwa setiap orang punya latar belakang dan alasan atas apa yang dilakukannya.
Namun latar belakang jangan menjadikan kita rapuh dan mengeluh.

Dan yang pasti.. ending ceritanya agak-agak mengejutkan.


National Treasure

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Another film tentang harta karun di sebuah peradaban yang hilang.
Film yang dibintangi salah satu aktor fav ku ini penuh dengan kejutan-kejutan dan yang paling bikin aku menganga adalah ketika dia berusaha menculik presiden dan menemukan diary para presiden US yang tersembunyi.
Membuatku berfikir, apakah peradaban yang hilang itu hanya sebuah mitos yang dibuat seakan-akan nyata, atau kenyataan yang dibuat mitos agar tetap terkubur?
Akting - akting aktor / aktris selain Nicolas Cage juga cukup menghibur dengan tingkahnya yang kocak.

Film ini adalah film pertama yang aku tonton tanpa dia :D

Bee Movie

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Animation
Kalo orang nyangka ini film nya anak2.. salah besar. Gak semua film animasi adalah film untuk anak2. Secara ni film agak-agak berat untuk ukuran anak balita. Padahal waktu aku nonton ini, setengah bioskop full sama keluarga plus liliput-liliputnya.
Walhasil tuh anak-anak lebih banyak berlarian di tangga dan lorong di banding duduk manis nonton film.

Film ini secara garis besar sih menceritakan tentang protes besar kawanan lebah, karena merasa dirinya kecolongan yang disebabkan penggunaan madu oleh manusia. Padahal seumur hidup mereka dihabiskan untuk menghasilkan madu.
Karena ke-egoisannya, mereka menuntut manusia untuk mengembalikan madu-madu mereka..
Padahal... dengan begitu, keseimbangan alam, jadi gak sempurna.
Tau donk apa yang bakalan terjadi?

but aniwe bas wey... film animasi ini cukup memberikan pelajaran meski tokoh nya gak terlalu 'cute' untuk ukuran film animasi :D

70 Shalawat Pilihan

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Al-Ustadz Mahmud Samiy
Seorang ulama dari Damaskus pernah ditanya: apakah shalawat atas Nabi saw, lebih utama daripada sedekah fadhu atau sebaliknya? Beliau menjawab: “Shalawat lebih utama.” Lalu beliau ditanya lagi, “Apa alasannya?” Beliau menjawab, “Suatu kewajiban yang dikerjakan oleh Allah sendiri, dan dilakukan pula oleh para malaikat-Nya, lalu Dia perintahkan pula kepada hamba-hamba-Nya, tentu tidak sama dengan kewajiban yang hanya diwajibkan-Nya atas hamba-hamba-Nya saja.” (AlQaul Al Badi)

Buku ini berisi 70 Shalawat Pilihan yang dinukil dari kitab-kitab klasik maupun kontemporer, lengkap dengnakeutamaan dan riwayat penggunanya. Inilah buku yang mesti dibaca oleh mereka yang inginmenambah wawasan dan memperoleh petunjuk praktis bershalawat atas Nabi saw.

Komenku:
Beli buku ini karena didorong oleh rasa keinginanku yang sangat kuat untuk belajar mencintai Kekasih Allah.
Dimulai dengan pertanyaan bodoh,” apa gak narsis ya dijaman itu, nabi menganjurkan untuk bershalawat untuk dirinya sendiri?”
Beberapa hari kemudian aku bermimpi bertemu Beliau. Dia membuang mukanya seakan benci dan jijik melihatku bahkan tak mau kusentuh

Pas bangun, langsung istighfar sebanyak-banyaknya.
Pas Istirahat makan siang mampir ke Kang Irfan di Taman sari nyari buku shalawat yang paling bagus. Kang Irfan mengusulkan buku ini.
Gak sia-sia membacanya. Karena buku ini lumayan bisa membasahi dahaga hati yang penuh dengan pertanyaan.
Alhamdulillah tak ada keraguan lagi.
Astaghfirullah Hal’adzim wa atubu ilaih..

Kun Fayakun (2)

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Andi Bombang
Di tengah kegalauannya sebagai preman top ibukota, dan di tengah pelariannya sebagai buronan tingkat atas, dia merasa hampa.
Satu pertanyaan dalam hatinya "Tuhan itu Maha Tunggal tapi kenapa dia ada dimana-mana?, Maha Nyata tapi kok Maha Ghaib?"
satu kalimat itu yang mengantarkannya pada sebuah pencarian tentang hakikat hidup, syariat islam, dan tarekat.

Bahkan saya baru bisa dalam tahap memahami dan mengerti apa yang dia tulis di 300 halaman terahir. Masalah 'rasa' yang dia tuturkan belum pernah kurasakan.
Rindu dengan 'Rasa' yang dia jabarkan dalam buku ini.
Begitukah keindahan semesta bertasbih? Begitu sempurnakah rasa rindu sama Sang Pencipta?
Hingga surga bukanlah tujuan utama sang Hardi Kobra, tapi pertemuan antara makhluk dengan Allah lebih dirindukan dari pada apapun di muka bumi ini?

Bahkan ketika di akhir cerita, Hardi dihadapkan pada pilihan poligami, dia hanya memberikan 3 syarat.
syarat 1: ditujukan kepada istri pertamanya, apakah dia rela untuk dimadu?
syarat 2: ditujukan kepada calon istri keduanya, apakah dia juga rela dengan keadaan dirinya yang sudah memiliki istri dan anak?
syarat 3: jika Allah menghendaki

Hardi Kobra pun menjelaskan jika pun syarat 1 & 2 sudah tidak masalah, namun jika syarat ke-3 tidak ada, maka pupuslah semuanya.
Bagaimana dia menjalani hidup hanya karena Allah, bahwa langkahnya, geraknya, semua karena Allah semata.
Kapan ya aku bisa gini?
Rindu akan Engkau Ya Allah..

Do'a dalam Al-Qur'an dan Penjelasannya

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Drs. Muhammad Thalib
Dalam buku ini dijelaskan do’a-do’a yang dipaparkan dalam Al-Qur’an. Ada do’a para nabi, do’a para mukmin, do’a orang-orang yang munafik, dan do’a orang-orang kafir. Dari sini kita akan dapat mempelajari dan meneladani do’a para nabi dan para mukmin serta dapat menjauhkan diri dari kebiasaan berdo’a seperti berdo’anya ornag-orang munafik dan kafir.

Apa yang mereka mohon dan dalam kondisi bagaimana mereka memohon? Semuanya dipaparkan dengan gamblang dalam buku ini.

Dengan mempelajari buku ini, insya Allah kita dapt lebih memahami dan mencontoh do’a yang diridhai Allah.

Komenku:
Sebaik-baiknya do’a adalah do’a yang berasal dari Al-Qur’an dan Al Hadist yang shahih.
Bersyukurlah kita karena Allah mengabadikan do’a - do’a para nabi dalam kitab-Nya untuk kita imani dan contoh.

Jangan pernah berhenti dan berputus asa dalam berdoa. Karena ternyata doanya nabi Adam pun baru dikabulkan selama 1000 tahun.
Nah kita yang bukan nabi jangan mengeluh jika doa belum terkabul.

Menurut kaca mata manusia bisa saja doa kita belum terkabul, tapi menurut kaca mata ghaib Allah, ternyata doa kita sudah dikabulkan, kitanya saja yang belum mengetahui atau memahami.