11.11.08

Barakataks Day

Saya menyebutnya Barakataks Day. Hari dimana penuh tawa, penuh canda, penuh kalimat bombastis yang mengocok perut. Saya bahkan lupa kapan terakhir tertawa ter-barakatak seperti itu.

Seakan tak ada batasan antara hati saya dan cakrawala, hati saya dan angkasa, hati saya dan lentera, hati saya dan bintang yang tak pernah redup kerlipnya.

Yang ada, batas yang semakin jauh antara gigi atas dan gigi bawah.
Batasan yang semakin jauh antara pantat saya dan kursi yang saya duduki.
Batasan yang semakin jauh antara nalar dan logika saya.
Bahwa hari ini adalah harinya.

-Suatu Sore-Hari Pahlawan-Di Klabs