22.7.04

Zero Mind

Sejak aku napak tilas dan introspeksi tentang diri, sumpah aku merasa ketakutan setengah mati tentang masa depan aku. Ngeri membayangkan jika semua doa2 aku waktu kecil terealita nanti. Meski beberapa sudah mulai terlalui.Rasa takut yang begitu sangat kuat, udah bikin aku obrak abrik alqur’an.Akhirnya ketemu dengan Surat Al-maidah ayat 89 :

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikian Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur kepada-Nya.

Udah berkali-kali aku kaffarat sumpahku dengan memberikan makanan anak yatim, taun lalu juga aku udah kaffarat dengan puasa 3 hari berturut2. Merasa gak puas dengan apa yang udah aku lakukan, 3 hari yang lalu juga, aku kaffarat (lagi) sumpahku...... dengan puasa.

Entahlah, jauh di lubuh hati ku yang paliiiiing dalem, aku ngerasa, bahwa Allah belum memaafkan.
Hingga.... suatu malam, di pinggir jalan dago, di hari ketiga aku berpuasa, sambil makan nasi goreng dan air jeruk anget, aku berdiskusi banyak dengan Mas Raswan, tentang semua ketakutanku.

Dia telah membuka mata hatiku selama ini.
Zero Mind”, itu kata kuncinya…..
Sambil menitikkan air mata, kuhadapkan hatiku pada-Mu, ridha akan apapun kehendak-Mu.
Dan di saat itu pula, aku merasa ringan, seakan beban yang tersimpan di dalam hati, terangkat semua bersama dengan keikhlasanku.....