17.4.08

Masa Depan akan Datang dengan Sendirinya

Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan.”
QS. 16:1

Janganlah anda mendahului peristiwa yang belum tiba saat kejadiannya. Apakah anda ingin menggugurkan kandungan sebelum sempurna masa kandungannya atau ingin memetik buah sebelum tiba masa kematangannya? Sesungguhnya hari esok belum tiba, tiada kenyataan, ujud, bentuk, atau polanya. Karenanya, mengapa kita sibuk memikirkannya, merasa khawatir dengan musibahnya, gelisah dengan kejadiannya, dan memprakirakan bencana yang akan terjadi padanya? Bukankah kita belum mengetahui bisa jadi kita terhalang untuk sampai ke hari esok atau memang kita akan menjumpainya dan ternyata berubah menjadi hari yang menggembirakan dan menyenangkan berbeda dengan apa yang diprakirakan sebelumnya? Yang penting, hari esok itu masih ada di alam ghaib dan belum lagi sampai ke bumi. Sesungguhnya kita tidak akan dapat menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai padanya, siapa tahu barangkali langkah kita terhenti sebelum sampai padanya. Atau barangkali saja jembatan itu ambruk sebelum kita sampai padanya atau bisa jadi kita sampai padanya dan dapat menyebranginya dengan selamat.

Sesungguhnya membebeni pikiran dengan wawasan yang lebih luas daripada ruang lingkup jangkauannya tentang masa depan dan membuka lembaran ghaib selebar-lebarnya, kemudian menyakiti diri dengan hal-hal yang menggelisahkan yang masih diprakirakan kejadiannya, menrupakan hal yang dibenci oleh syari’at, karena hal itu sama artinya dengan memperpanjang angan-angan yang dicela oleh akan sehat, sebab tiada bedanya dengan melawan bayangan.

Sesungguhnya banyak manusia di dunia ini yangmemprakirakan bahwa pada masa depan ia akan mengalami krisis sandang dan pandang, terkena penyakit, jatuh miskin, dan tertimpa berbagai musibah, padahal semua itu merupakan strategi yang telah dikaji matang di lembaga pendidikan setan.

Setan menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan dan memerintahkan kalian untuk berbuat dosa, sedang Allah menjanjikan ampunan dan pahala-Nya untuk kalian.”
QS.2:268

Banyak dari kalangan mereka yang menangis karena memikirkan bahwa hari esok mereka akan kelaparan; tahun depan mereka akan sakit; dan seratus tahun kemudian dunia ini akan berakhriir. Sesungguhnya orang yang usianya bukan miliknya, seharusnya tidak mempertaruhkan untuk hal yang tidak ada; dan orang yang tidak tahu bilakan dirinya akan mati, seharusnya tidak menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada hakikat kenyataannya.

Biarkanlah hari esok datang dengan sendirinya kepada anda. Janganlah anda tanyakan tentang berita-beritanya dan jangan anda tunggu-tunggu kedatangannya, karena anda sendiri mempunyai kesibukan dengan urusan hari ini.

Jika anda ingin heran, sudah sepantasnya bila mengherankan sikap mereka yang menukar kebahagiannya dengan kesusahan secara tunai, sedang kesusahannya itu sendiri akan ia terima kemudian pada hari yang mentarinya saja belum terbit dan cahayanya pun belum terlihat. Oleh karena itu, waspadalah! Janganlah samapi anda berangan-angan terlalu jauh dari realita.

Diambil dari buku La Tahjan

2 comments:

parlan fighter said...

klo masa depan datang sendirinya, aku mau tidur saja.. menunggu masa depan itu.. :D

* nice articel... keep writing..

Kerlip Bintang said...

selamat tiduurrr...
have a nice dream..