Hmmm.... hari ini dimulai dengan sebuah berita yang (mungkin) untuk sebagian orang termasuk yang mengejutkan. Tapi entah kenapa, ketika berita itu dikumandangkan oleh adikku, aku malah merasakan senang dan ujug-ujug bersyukur dalam hati. Aku sendiri juga heran kenapa aku malah bersyukur terhadap musibah ini. Meski ini mungkin hanyalah sebuah musibah kecil dibanding dengan orang lain, tapi pasti akan membuat diri sedikit jengkel. Atau mungkin karena malem ini aku tidur cukup dan terbangun tanpa merasa lelah seperti malam-malam sebelumnya, sehingga berita tentang ada yang mencongkel mblem / logo "Toyota Corona" yang terpasang di belakang mobil ku, sedikitpun tidak membuat ku sedih. Malah berkali-kali ucapan "alhamdulillah" terucap di hatiku penuh kebisuan.
Lalu kuraih handuk merah, dan berlalu ke kamar mandi, sambil bertanya-tanya. Kenapa ya aku malah merasa gembira dan mengucapkan Alhamdulillah berkali-kali? Apa yang harus kusyukuri dari kejadian ini?
Sejenak fikiranku kembali ke malam sebelumnya ketika selesai shalat isya, kulantunkan sejumlah Do'a kepada-Nya.
"Ya Allah jadikanlah hamba orang yang selalu bersyukur baik dalam keadaan sempit ataupun dalam keadaan lapang."
"Ya Allah betapa sulitnya hamba menjadi orang yang bersyukur, apalagi ketika hamba dalam keadaan sempit hati, maka tuntunlah hamba ya Allah agar selalu menyukuri nikmat-Mu yang sering kuabaikan selama ini."
Ketika akhirnya ku starter mobilku untuk menuju kantor, sepanjang jalan aku berfikir keras, kenapa aku merasa bersyukur tanpa sebab? Lalu ketika mata memandang deretan tabung-tabung gas sepanjang patung tank-waja di burangrang hingga ujung jalan emong untuk antri beli di Elpiji, ketika itu pula kutemukan jawabannya.
Ya Tuhan, alhamdulillah... dalam keadaan kondisi di mana orang-orang banyak mengalami kesulitan untuk hidup, saya masih diberikan rezeki untuk membeli mobil ini meski masih dalam cicilan.
Ya Tuhan, alhamdullillah, meski BBM sudah naik hingga 3 kali dan sampai sekarang gajiku belum juga dinaikkan, namun tidak membuat saya putus asa dari rahmatmu, dan mengambil jalan seperti orang yang sudah membuat jail terhadap mobilku. Berapalah artinya sebuah mblem / logo jika dijual lagi? Apakah hanya karena itu, mereka mengkhianati agama mereka? Dan alhamdulillah meski dalam keadaan penghasilan yang makin morat marit, tidak membuatku berpaling dari-Mu karena rasa putus asaku dan juga tidak menjadikanku tumbuh menjadi seorang koruptor.
Mungkin karena alasan ini, aku menyebut kalimat "Alhamdulillah" berkali-kali dalam hati hingga siang ini menjelang.
"Ya Allah, tuntun hamba-Mu.
Jangan Kau tinggalkan hamba sendiri menyelami hidup ini
Ya Allah.. Tiada daya dan kekuatan selain Kekuatan-Mu."
No comments:
Post a Comment