Aku gak tauk musti mulai dari mana.
Padahal situasinya sudah sangat mendukung.
Hanya ada aku dan Uak Wo’.
Tapi kenapa lidah terasa kelu dan kaku untuk mulai bertutur?
Sesulit inikah Ya Robbi meminta maaf?
Takut akan apa yang aku ucapkan tidak sejalan dengan besarnya penyesalan di hati.
Karena kadang kala rasa gugup bisa menghancurkan segalanya.
Takut bahwa penyesalan dan perasaan bersalahku sudah terlambat dan gak patut untuk diungkap lagi saat ini.
Takut seandainya Uak Wo’ tidak merespon permohonan maafku atau bahkan pemberian maaf darinya hanya ucapan di bibir belaka.
Kudengar pintu depan terbuka………
Oh Tuhan! Bubar sudah semua situasi yang maha sempurna ini. Kini Uak Putri hadir diantara kami. Gak mungkin aku mundur dari niat ini. Sudah tak ada waktu lagi. Besok aku harus pulang ke Bandung.
Tuhan, give me a chance to ask him my apologize…
10 menit kemudian…….
Aku masih berdiskusi tentang keluarga Bajuri di Trans TV, belum berani untuk bicara.
25 minutes later…….
Aku hampiri Uak Wo’ dan duduk dekat di sebelahnya.
'Uak, sebetulnya saya datang jauh-jauh dari Bandung untuk bicara dengan Uak’
Kulihat sekilas raut muka heran di wajahnya yang dipenuhi garis-garis halus karena dimakan waktu.
‘Oh ya? Wah ada apa nih?’‘
Ehhmmmm….. saya mau minta maaf Uak,’ kataku terbata-bata. Ada rasa takut, gugup, gelisah, dan sedikit kecut.
Seandainya Jinny in the Bottle ada disini, aku tak perlu 3 permintaan yang harus dia kabulkan saat ini juga. Cukup satu saja, please get me out of here!
‘Minta maaf? Untuk?’ semakin terlihat jelas kerutan di dahinya.
‘Saya mau minta maaf karena, saya sudah mengecewakan Uak, saya sudah mengecewakan Uak dan Aa Tee,’ kurasakan panas di bawah mataku, tetesan air mata tak bisa kutahan dan kubendung.
'Sudah….. sudah… gak ada yang perlu dimaafkan, semua itu sudah guratan takdir yang diatas sana. Jika dulu Uak berniat untuk menjodohkan Aa Tee, anak Uak dengan kamu dan ternyata semuanya tidak berjalan sesuai rencana, ya.. mungkin itu sudah merupakan jalan yang terbaik yang Allah berikan untuk kita semua. Lagipula sekarang kan Aa Tee, sudah memilih jalan hidup lain, yaitu menikah dengan pilihannya. Uak tidak pernah sakit hati atau bahkan dendam dengan kamu, bahkan Uak selalu berdoa, agar kamu diberikan jodoh yang sesuai dengan harapan dan keinginan kamu, yang bisa membawa kebahagian kepada kamu di dunia dan di akhirat,’ dengan penuh sabar, Uak mengusap-usap punggungku, berusaha meredakan tangisanku.
'Tapi Uak, seharusnya, dulu saya tidak boleh berbuat seperti itu, judes sama Aa Tee. Seharusnya saya bisa berbuat lebih baik dari itu. Dan saat ini, saya merasa bersalah sekali karena telah menyakiti hati Aa Tee. Seandainya saya diberi kesempatan, saya ingin meminta maaf sama Aa secara langsung agar segala beban yang ada hilang.’‘Baiklah, jika memang itu satu-satunya jalan yang bisa membuat kamu lega, meskipun sebenarnya, Uak sangat tauk, kalo Aa Tee, tidak pernah memiliki perasaan benci ataupun dendam terhadap perlakuan kamu terhadapnya di masa yang lalu.’
Uak mengangkat telpon, dan beberapa detik kemudian, saluran telekomunikasi itu sudah menghubungkannya dengan anaknya, Aa Tee.
‘Tee, kemarilah sebentar, papa ada perlu sama kamu’
1 menit, 2 menit, 5 menit, 10 menit….
Menunggu kedatangan Aa Tee
*********
‘Hai! Kapan datang dari Bandung?’ kaget mendapati aku ada di rumah orang tuanya.
‘Kemarin malam,’ aduhhh… dia liat bengkaknya mataku karena habis nangis tadi gak ya?
5 menitssss setelahnya…..
di ruang tamu, hanya berdua dengannya.
Aku ngobrol banyak dengan Aa Tee, semua aku keluarkan, tanpa rasa malu dan ragu, karena aku yakin, dia sangat welcome dengan permohonan maafku. Malah pake jabatan tangan segala untuk memberikan bukti, bahwa tak ada sisa rasa sakit hati, tak ada sisa rasa dendam dalam hati dia untukku.
Cara dia berbicara sudah jauh berbeda dengan setahun yang lalu, cara dia bertutur kata sudah lebih teratur dan bijaksana, cara dia mengemukakan perasaan di hati jauh lebih percaya diri.
Mungkin semua sikap ini muncul ketika dia sudah menjadi seorang suami dan calon ayah. Sehingga sifat kebapak-an dan kepemimpinannya muncul dengan sendirinya.
Jam 9 lewat beberapa menit….
Ya Tuhan! Semuanya sudah selesai.
DonE!
No comments:
Post a Comment