Jika dia tau aku beli lagi seabrek buku, pasti muncul pertanyaan yang sama, “Emang buku yang kemarin neng beli udah dibaca semua?"
Dan pastinya pertanyaan itu, kujawab dengan mata kedip-kedip tanda belum kubaca satupun.
Karenanya dia memberikan ku tugas untuk membuat catalog bukuku. Dan disuruhnya aku untuk menandai mana buku yang sudah kubaca, mana yang belum kubaca.
Fuiiihh… ternyata 70% dari buku-buku yang kupunya belum selesai dibaca, diantaranya menggantung begitu saja di tengah halaman. Dengan alasan: kalimatnya gak enak dibaca, atau terjemahannya kurang bagus, atau.. rasanya mood ku hilang setelah membaca beberapa lembar saja, atau.. buku yang baru kubeli lebih menarik daripada buku yang sedang kubaca ini.
Kalau sudah gitu mas akan menasehatiku dengan wejangan, “cobalah selesaikan apa yang sudah neng kerjakan, jangan tanggung-tanggung dalam melakukan sesuatu. Belajarlah untuk mencoba mencintai sesuatu yang terlihat tidak menarik, karena semua buku pasti ada sisi menariknya.”
Iya juga sih…
Tapi melihat begitu banyak buku yang belum aku baca, belum-belum sudah mengeluh tentang waktu..
So many books, so little time…
Kapan neng baca?
Bacalah satu demi satu, kita punya banyak waktu untuk membacanya. Bersama mas sampai akhir hayat mas..
Catatan kecil untuk mas kyu:
Mas, design multi rak nya udah selesai belum, udah berantakan nih buku-buku neng..
Biar neng semanget ganti tv ke yang lebih besar, pan rak baru..... musti tv baru donk…
hihihiiii...
4 comments:
sama...aku juga hehehe
do'ain aja mas ada rejeki buat ganti TV baru ...
eehh.. pucuk di cinta ulam tiba..
gak nyangka mas mau beliin...
semoga Allah membalas niat baik mas, dan menggantinya dengan yang lebih barakah.
amiin..
Manisnya:-)
Post a Comment