2.1.08

Kun Fayakun (2)

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Andi Bombang
Di tengah kegalauannya sebagai preman top ibukota, dan di tengah pelariannya sebagai buronan tingkat atas, dia merasa hampa.
Satu pertanyaan dalam hatinya "Tuhan itu Maha Tunggal tapi kenapa dia ada dimana-mana?, Maha Nyata tapi kok Maha Ghaib?"
satu kalimat itu yang mengantarkannya pada sebuah pencarian tentang hakikat hidup, syariat islam, dan tarekat.

Bahkan saya baru bisa dalam tahap memahami dan mengerti apa yang dia tulis di 300 halaman terahir. Masalah 'rasa' yang dia tuturkan belum pernah kurasakan.
Rindu dengan 'Rasa' yang dia jabarkan dalam buku ini.
Begitukah keindahan semesta bertasbih? Begitu sempurnakah rasa rindu sama Sang Pencipta?
Hingga surga bukanlah tujuan utama sang Hardi Kobra, tapi pertemuan antara makhluk dengan Allah lebih dirindukan dari pada apapun di muka bumi ini?

Bahkan ketika di akhir cerita, Hardi dihadapkan pada pilihan poligami, dia hanya memberikan 3 syarat.
syarat 1: ditujukan kepada istri pertamanya, apakah dia rela untuk dimadu?
syarat 2: ditujukan kepada calon istri keduanya, apakah dia juga rela dengan keadaan dirinya yang sudah memiliki istri dan anak?
syarat 3: jika Allah menghendaki

Hardi Kobra pun menjelaskan jika pun syarat 1 & 2 sudah tidak masalah, namun jika syarat ke-3 tidak ada, maka pupuslah semuanya.
Bagaimana dia menjalani hidup hanya karena Allah, bahwa langkahnya, geraknya, semua karena Allah semata.
Kapan ya aku bisa gini?
Rindu akan Engkau Ya Allah..

7 comments:

Andi Bombang said...

Oo, ternyata "Hardi Kobra" pun ada... Kusangka hanya "Febi" bandel nan ayu itu yang tersedia... Maka, aku harus bagaimana lagi padamu, Dinda? Sekedar, jika dikau berkenan, izinkan kembali kuukir sebait terima kasihku. Tulus dari lubuk hati... [Andi Bombang]

Andi Bombang said...

Kalau Hardi Kobra, bukan. Kalau ABang, iya. Bukan kakak lho, sekedar ringkasan "Andi Bombang" saja. Namun, sekiranya Dinda berkenan mengkakakkan, uuh... ditampi salapang hate, hehe... Salam kenal kembali, Geulis. Kenapa ragu-ragu? Hardi Kobra tidak bertaring, eh... ABang ding... (Btw, punya email yahoo, nggak? Boleh tahu? Soalnya, gaptek nih sama multiply. Maklum, sudah nggak muda lagi. Walau belum ketuaan, hehe...)

Kerlip Bintang said...

aku maen sok tau aja, invite Bang Andi di ID Ym : kakapia@yahoo.com...
bener gak ya alamatnya?

yanto arwana said...

Saya telah baca Novel ini. Luar biasa lelah untuk hampir 600 halaman, sama lelahnya dengan perjalanan hidup Hardi Kobra. Novel yang sangat bagus menurut saya. Tulisan yang runtut dan detil. Dan yang paling penting, penuh dengan hikmah. Thanks to Andi Bombang. Adakah novel yang lain?

Kerlip Bintang said...

ada mas, novel kedua beliau judulnya "Saat Cinta Berhijrah".
Review saya tentang buku ini di http://kerlipbintang.multiply.com/reviews/item/38

Sssstttt.. penulisnya juga komen disini : kakapia.multiply.com

ilyas daud said...

tiga buku sdh terlalap habis dari andi bombang, mana selanjutnya ?????

mega idham said...

maaf..numpang typing..duh kerlip bintang ngefans ya ama kakapia..heheh...kakapia tuh aanya ega yang paling cakep,paling baek,paling pinter...suer deh...cuma udah lama ngga pulang kampung,...terakhir ketemu 2003,lama ya??waktu itu,aa lagi sibuk sibuknya bikin hardi kobra...
ya udah,itu aja,met baca buku aja deh.....